Manfaat dan Kegunaan Floor Hardener

Manfaat dan Kegunaan Floor Hardener

Salah satu pekerjaan dalam bidang kontruksi yang cukup penting adalah proses hardener. Bagi orang awan istilah hardener masih terdengar asing. Jadi floor hardener adalah teknik pengerasan dan pelicinan pada lantai beton menggunakan bubuk khusus yang terbuat dari campuran pasir, silika, grading, semen, dan pigmen.

Mengenal Floor Hardener

Cara kerja teknik adalah dengan menaburkan bubuk tersebut pada lantai beton, yang sebelumnya sudah dibasahi dulu menggunakan air. Kemudian diratakan dan ditekan menggunakan mesin trowel sebagai finish. Biasanya yang melakukan pekerjaan hardener ini adalah tenaga profesional. Lalu apakah semua lantai beton perlu di hardener, apa sih sebenarnya manfaat dan kegunaanya? Simak jawabannya di bawah ini:

Manfaat dan kegunaan hardener lantai

  1. Membuat permukaan lantai beton terlihat lebih halus dan licin.
  2. Menutup retakan halus yang terjadi pada lantai beton sekaligus mengecilkan pori-porinya.
  3. Membuat lantai beton menjadi lebih kuat terhadap gesekan antar benda lain, serta mampu menahan beban berat. Tanpa hardener lantai beton bisa jadi cepat rusak jika sering terjadi benturan atau terinjak benda berat seperti kendaraan.

Manfaat dan Kegunaan Floor Hardener

Area yang biasanya dilakukan pengerasan adalah tempat yang sering dilalui kendaraan atau tempat penyimpanan barang, diantaranya :

  1. Jalan raya.
  2. Bengkel kendaraan ringan maupun berat.
  3. Pelabuhan.
  4. Pabrik.
  5. Area parkir terutama yang khusus untuk kendaraan berat seperti truk.
  6. Gudang.
  7. Basement.
  8. Paltform kereta api.
  9. Atap.
  10. Lantai gedung seperti pasar yang kadang dilewati kendaraan.
  11. Bandara.
  12. Terminal bus.

Konsumsi material floor hardener dibedakan oleh aktivitas lalu lintas kendaraannya, semakin tinggi arusnya semakin banyak pula hardener yang digunakan. Misalnya untuk area yang santai seperti garasi pribadi atau gudang kecil cukup menggunakan bahan hardener kira-kira sebanyak 2 kg per m2.

Sedangkan untuk tempat yang memiliki aktivitas sedang seperti pabrik dan tempat parkir membutuhkan bahan hardener sekitar 5kg per m2. Terakhir untuk tempat yang memiliki aktivitas super padat seperti jalan raya, pelabuhan, dan terminal membutuhkan bahan hardener berkisar 7kg per m2. Floor hardener dibedakan menjadi 2 berdasarkan tingkat kekerasannya yaitu ;

  1. Hardener lantai metalik baisa nya lebih digunakan pada tempat atau area yang memiliki aktivitas lalu lintas berat, seperti sering dilalui kendaraan berat, dan alat berat lainnya. Komposisi di dalamnya terdiri dari campuran portland Cemen, agregat metalik, dan additif.
  2. Hardener lantai non metalik lebih digunakan pada daerah yang rawan abrasi, di dalamnya terdapat komposisi heard wearing agregat, additif, dan Portland Cemen.

Sedangkan untuk tingkat warna hardener lantai dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Natural, bahan yang dipilih menghasilkan warna yang serupa dengan beton atau semen, harganya relatif murah.
  2. Berwarna, dalam bahan bakunya mengandung pigmen warna sehingga permukaan lantai lebih menarik, seperti merah, hijau, dan biru. Harganya relatif lebih mahal dibanding natural.

Berbicara soal biaya, tak penasaran kah anda dengan harga floor hardener? Biasanya orang-orang lebih mempercayakan pekerjaan ini kepada penyedia jasa hardener, sebab lebih praktis dan berkualitas. Biasnya tarif yang dipasang berdasarkan jenis hardenernya, luas area yang akan di hardener, serta lama waktu pengerjaannya.

  1. Harga hardener lantai metalik mulai dari Rp 38.000 – Rp 60.000 per m2.
  2. Harga hardener lantai non metalik mulai dari Rp 18.000 – Rp 50.000 per m2.
  3. Harga hardener lantai natural mulai dari Rp 13.000 – Rp 30.000 per m2.
  4. Harga hardener lantai warna mulai dari Rp 25.000 – Rp 70.000 per m2.

Harga di atas hanya sebagai referensi saja, harga bisa berubah mengikuti pasar, jasa yang digunakan, serta kualitas yang anda inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *